MOTION DESIGNER = PROBLEM SOLVER


Apa yang menjadi kekuatan seorang motion designer ketika harus menghadapi sebuah project?. Bagaimana seorang motion designer mengatasi masalah ide, kecepatan dan eksekusi sebuah project?.

Dalam dunia kreatif terutama media televisi yang merupakan seni industri, faktor utama yang harus dihadapi dalam pekerjaan seorang motion designer adalah ide, style dan kecepatan dalam merealisasikan hal tersebut menjadi sebuah karya motion design yang layak siar. Dalam tahap awal, hambatan utama adalah menggali ide yang tidak bisa muncul dalam waktu singkat sementara deadline grafis dalam sebuah produksi televisi, baik itu program ataupun promo membutuhkan waktu yang pendek.

Kemudian style. Saat seorang designer sudah menemukan ide, akan berlanjut dengan mencari referensi atau sebaliknya. Dan saat inilah dia akan menemukan (semoga) style dari referensi yang akan dipakai. Tentu saja shape, line dan texture serta motion harus ada pengembangan yaitu style yang berbeda dari referensi yang ada.

Banyak designer yang sudah terjun di industri cukup lama terus menghadapi masalah kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan. Kenyataan ini masih belum bisa dihindarkan dari teman-teman di bidang ini.

Seperti dibahas di atas, mengenai waktu yang singkat otomatis kecepatan pekerjaan harus disesuaikan dengan deadline. Stress karena tekanan dan banyaknya item yang harus dibuat mempengaruhi keterbukaan pemikiran tentang shape, line, texture dan motion.

Seorang designer pemula tentu akan menghadapi masalah dalam diri yang tidak bisa terpecahkan dalam sebuah project. Ketika ide dengan mudahnya keluar karena telah tertumpuk dari idealisme dan sinergi dalam pencarian tehnik yang dibangun dimasa sekolah. Namun bermasalah dalam menghadapi rangkaian dan penggabungan materi yang telah dibuat. Belum lagi keharusan mencipta style dan tekanan dari waktu pendek yang tersedia. Kegagalan muncul dalam hasil, misalnya; Gambar sudah sesuai dengan style yang diinginkan tetapi motion terlihat kasar. Komposisi yang perbandingannya tidak enak dilihat, baik posisi maupun warna. Juga tehnik yang terlihat mentah dalam proses finalizing. Padahal ide awal sudah sangat baik. Seorang pemula akan melewati tahap-tahap bobot pekerjaan dari yang ringan sampai yang kompleks. Dan untuk menjadi seorang motion designer profesional yang mempunyai ’feel’ dibutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan untuk yang berbakat sekalipun. Tidak cukup hanya dengan bakat, harus dengan latihan terus menerus yang berarti hal ini harus didorong melampaui batas kenyamanan; bukan sesekali saja tetapi dengan dasar yang mantap (professionalism dalam buku Animation From Script to Screen). Supaya dasar menjadi mantap apalagi kalu bukan latihan terus -menerus

Bagaimana seorang motion designer bertindak dalam hal ini?. Dalam dunia grafis untuk televisi ada aturan-aturan yang sudah ditetapkan mengenai bidang, ukuran dan warna. Jika seorang designer akan membuat sebuah komposisi gambar, yang perlu ditetapkan adalah ukuran frame, safety area, bentuk huruf dan warna. Mulailah untuk berpedoman dengan hal ini.

 

 

SOLVING THE PROBLEM

Setiap memulai sebuah project sampai penyelesaian, seorang designer akan mendapatkan banyak hal yang akan tersimpan di otaknya. Konsep ide, cerita, referensi, tehnik, komposisi masalah dan sebagainya. Semakin sering menghadapi project semakin banyak yang tersimpan. Atau saya menyebutnya experience library. Seperti tertulis dalam buku Animation From Script to Screen bahwa bila anda ingin menjadi penulis, mulailah untuk berpikir sebagai penulis, mulai melihat daripada memandang dan menyimpan semuanya ke dalam bank memori. Dan kekuatan seorang motion designer berpengalaman adalah solving the problem. Kecepatan dalam sebuah proyek diluar hardware adalah mengatasi masalah dalam menghadapi pembuatan gambar, pergerakan dan sentuhan akhir yang akan berhasil bila dipadukan dengan ‘feel’.

Manajemen ide, tehnik, komposisi dan pergerakan harus sudah bisa diatur untuk menghadapi sebuah project. Misalnya bagaimana menghadapi gerakan untuk merubah obyek dari adegan satu ke adegan berikutnya atau mencari bentuk yang akan terlihat menarik dari satu sisi angle kamera.Tak perlu ide baru atau tehnik baru, karena sebenarnya hal-hal tersebut sudah ada di dalam library pikiran yang bisa dikeluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Inilah yang membuat seorang motion designer dapat bekerja dengan cepat. Selain kemampuan untuk memprediksi waktu pembuatan dengan konsep yang sudah.

Dalam menghadapi sebuah project dengan waktu pendek, yang harus dilakukan adalah :

Mencari ide yang paling dekat dengan konsep grafis yang akan dibuat

Ide menarik bagi designer, untuk menjaga semangat selama proses pembuatan

Mencari referensi dan memprediksi kemungkinan-kemungkinan mengenai style yang mendekati atau berbeda sama sekali.

Prediksi waktu pembuatan dengan style yang sudah ditentukan

Sederhana dalam komposisi dan gerakan

Gunakan ’feel’ dalam pebuatan

Jangan mencari cara yang belum pernah dilakukan, hal ini akan menambah waktu dari deadline yang ada.

Manajemen waktu dalam proses pembuatan dan revisi.

Dalam membuat bentuk atau judul tulisan harus memperhatikan aspek ’readable’ bagi mata pemirsa.

Finishing yang sesuai, tak perlu berlebihan. Cukup disesuaikan dengan style.

Perhatikan hasil dengan seksama dari berbagai aspek, apakah anda sudah puas dengan hasilnya

Semakin sering designer menyelesaikan project, akan semakin banyak library experience yang tersimpan. Dan semakin lama jam terbang akan semakin tajam ‘feel’ dalam mebuat sebuah karya. Banyak karya yang dibuat dengan sederhana namun mempunyai emosi dan blend dengan konsep yang ditentukan dan terlihat menarik. Hal itu disebabkan karena ‘feel’ seorang motion designer dalam membuat, membentuk dan merangkai materi.

Jika experience library dibuka maka akan disadari bahwa seorang motion designer sebenarnya adalah a director for their own project. Mereka mempunyai banyak ide dan konsep yang tersimpan, mengerti obyek dan karakter yang dibutuhkan bagi tiap scene dari sebuah paket grafis. Mengerti penempatan kamera, penempatan lighting, screen direction, point of interest dari tiap scene. Mengerti penempatan elemen-elemen pendukung yang fungsional atau estetis. Dan yang selalu harus diasah adalah kemampuan menyempurnakan tehnik yang sama dan sudah. Inilah yang akan membentuk ’feel’ dari seorang motion designer. Disini designer akan menemukan gayanya sendiri dalam berkarya

 

Gegerblues. Apr’09
email : exc09agusnugraha@gmail.com
Writing for Animation (Animation From Script to Screen)

Reference :

Advertisements