KESALAHAN-KESALAHAN


Saat brief datang dari produser untuk memulai sebuah pekerjaan, yang muncul di kepala pertama kali adalah ide untuk memberi masukan, kemungkinan, gambaran tentang graphic style yang akan dibuat. Dengan tujuan agar produser memahami kemungkinan layout yang akan dibuat untuk menyamakan persepsi dari grafis yang akan dibuat.

Kemudian designer mulai mencari referensi grafis dan langsung berkutat dengan komputer untuk memulai pekerjaan. Adakah yang terlewati ?. Ini merupakan hal yang menjadi kesalahan pertama. Kenapa begitu?. Saat designer sudah mendapatkan ide, biasanya dia lupa untuk membuat sketsa kasar sebagai panduan, atau kita sebut saja storyboard untuk panduan designer sendiri. Ketika menjalankan pekerjaan tanpa panduan tersebut, biasanya designer akan menyelesaikan pekerjaan yang molor waktu, atau menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu tapi dengan hasil yang tidak sesuai harapan. Hal ini sering terjadi bahkan bagi designer yang berpengalaman sekalipun.

Tanpa bantuan storyboard, terkadang designer akan terpaku di satu scene atau scene yang lainnya. Berusaha menyelesaikan layout, mencari kekurangan layout, sampai ide dan pikiran habis hanya untuk menyelesaikan sebagian dari scene-scene tersebut. Karena designer hanya berpikir lokal di tiap scene tanpa bisa membayangkan keseluruhan dari motion grafis yang akan dibuat. Itulah gunanya panduan / storyboard kasar dalam membuat sebuah bumper atau opening grafis. Supaya designer bisa berpikir global, menentukan alokasi elemen yang diperlukan, menentukan arah cerita, transisi, pergerakan bahkan durasi dari tiap-tiap scene.

Ketika usia masih muda, daya tangkap masih sangat besar. Keinginan untuk mencari dan terus mencari tehnik baru masih sangat tinggi. Apabila keinginan itu hanya disimpan di kepala tanpa ada tindakan, ini bisa disebut kesalahan kedua. Karena semakin bertambahnya umur dari designer, pasti terjadi penurunan kemampuan. Akhirnya designer akan matang secara ide tapi mentah dalam eksekusi, karena tidak terbiasa secara teknis dalam menyelesaikan pekerjaannya. Hal ini akan balik lagi kepada pekerjaan yang selesai tapi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Kesalahan ketiga, berkarya tanpa memikirkan hal teknis tentang kemudahan apabila terjadi perubahan. Setiap pekerjaan grafis pasti mengalami revisi. Tidak ada sesuatu yang jadi dan langsung memuaskan. Pekerjaan grafis adalah pekerjaan subyektif baik bagi designer maupun produser/klien, yang di tiap kepala mereka tidak pernah sama pemahamannya. Klien belum tentu merupakan orang yang sama selera dan pengetahuannya dengan designer. Bisa jadi mereka lebih tahu banyak hal ataupun sebaliknya. Juga perhitungkan waktu pembuatan dengan sisa waktu untuk revisi.

Diam di tempat dalam penguasaan teknis berbagai software pendukung menjadi kesalahan keempat. Dunia digital selalu bergerak cepat dengan pengembangan dan kelebihan-kelebihan dari tiap software. Apabila designer berhenti mencari, dia akan ketinggalan dalam menciptakan gaya-gaya yang baru dan menjadi trend. Ingat!, software yang akan membantu designer dalam mencari kemudahan dalam mencipta gaya. Untuk membantu keterbatasan hal ini, cobalah untuk ikut di berbagai forum atau milis designer supaya tetap mengikuti perkembangan baru.

Dalam dunia motion design pengalaman sangatlah penting untuk menyelesaikan masalah, namun ini harus dibarengi dengan sistematika berpikir. Untuk membantu mempermudah pekerjaan agar sesuai dengan hasil yang designer mau. Keep working smart not working hard!.

Original written by Gegerblues’09

Advertisements